Rabu, 08 Januari 2014

Perkembangan Kedewasaan Anak sebelum Usianya


Oleh Tuti Awaliyah
Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Abstrak
Perkembangan seseorang memang tidak semuanya sama, tetapi seringkali di era globalisasi sekarang ini banyak anak yang dewasa sebelum waktunya. Baik dalam hal berpakaian, berbicara sampai melakukan sesuatu. Banyak hal yang mengakibatkan itu terjadi, ada faktor keluarga, teman sepermainan, lingkungan sekolah serta lingkungan belajar. Banyak juga dampak riil yang dapat di lihat baik positif maupun negatif. Seringkali terjadi hal-hal tersebut, hal yang spele tetapi sering memicu perhatian masyarakat karena sesungguhnya banyak dampak negatif yang dapat di hasilkan karena prilaku dan sikap anak sebelum usianya.
Kata kunci       : perkembangan, kedewasaan, dampak, faktor, keluarga.
Pendahuluan
Seorang anak biasanya akan mencari jati dirinya ketika ia mulai bisa menganalisis apa minat dan bakatnya, biasanya orang menyebutnya dengan “Mencari Jati diri”. Keluarga adalah komponen utama yang harus bisa mengawasi anak, terutama orang tua. Seringkali dalam mencari-cari jati diri, seorang anak akan di pengaruhi oleh banyak hal, mulai dari lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Secara tidak langsung seroang anak akan mulai terjun langsung untuk berinteraksi dengan masyarakat sejak dini. Anak akan mulai bermain dengan teman sepermainannya, mulai mengikuti pelajaran-pelajaran dan pengaruh luar, maka orang tua harus sangat ketat untuk dapat memperhatikan anaknya. Ketat dalam arti bukan menjadi orang tua yang terlalu mengkhawatirkan atau terlalu mengekang anak, tetapi hal tersebut yang di maksud adalah membimbing dan mengarahkan anak kepada hal-hal yang baik. Seorang anak menginjak masa remaja menuju dewasa, itu masa-masa yang sangat berat untuk orang tua. Tantangan mulai muncul karena masa tersebut anak akan lebih sering membangkang dan orang tua harus punya strategi untuk dapat mengarahkan prilaku dan sifat anak. Banyak pengaruh negatif yang akan di terima pada masa perkembangan remaja menuju dewasa, seringkali seorang anak akan berubah minat dan bakatnya. Banyak dampak negatif pada masa sekarang yang sering terjadi kepada anak. Siapa kah yang patut di salahkan dalam hal ini ? Apakah keluarga? Lingkungan ? Atau anak itu sendiri ?
             Karya tulis ilmiah akademik ini akan banyak membahas mengenai perkembangan anak sejak usia dini sampai menuju dewasa. Sehingga dapat membantu, mengingatkan serta memberi inovasi baru jika kelak nanti akan mempunyai seorang anak yang harus di bimbing dengan baik sehingga mereka dapat berperan di masa yang akan datang. Tetapi harus di ingat, bahwa seorang anak juga mempunyai haknya untuk melakukan hal-hal yang ia ingin lakukkan, jadi sebagai orang tua juga harus bisa mengarahkan anak bukan memaksa anak untuk menjadi apa yang orang tua inginkan. Banyak kasus penyimpangan perkembangan anak itu di karenakan faktor orang tua yang seringkali memaksa kehendaknya agar anak dapat mengikuti apa yang dia inginkan. Tetapi, selain itu faktor lingkungan juga merupakan pengaruh yang sangat kuat karena seorang anak biasanya akan lebih cepat meniru dan melakukan apa yang ia lihat di lingkungan masyarakat. Lingkungan tersebut seperti lingkungan bermain, dan lingkungan belajarnya. Awalnya anak hanya mencoba-coba dan seringkali menjadi hal yang sering ia lakukkan. Maka dari itu keluarga harus bisa menjadi pembatas di mana ketika anak akan melakukkan hal-hal yang menyimpang.
             Perhatian dan kasih sayang orang tua yang berbeda-beda pun sering menjadi penyebab perkembangan kedewasaan anak tidak sesuai dengan usianya. Contohnya orang tua yang terlalu memanjakkan anaknya, itu akan membuat anak terebut sulit untuk berfikir dewasa karena ia berifikir selalu ada yang memperhatikannya. Tetapi ada juga orang tua yang terlalu cuek sehingga anak akan mencari-cari perhatian di lingkungan luar keluarganya, seperti lingkungan teman sepermainan dan lingkungan masyarakat. Hal itu yang membahayakan karena lingkungan luar keluarga biasanya tidak selalu mengarahkan ke arah yang positif, selalu saja ada dampak negatif sehingga perkembangan kehidupan mereka terancam dan seringkali mengalami hal-hal yang tidak di inginkan.
             Peran Keluarga dalam Perkembangan Anak
Orang tua yang baru mempunyai anak, biasanya masih kaku dan butuh banyak pelajaran bagaimana cara mengurus anak dengan baik, hal-hal tersebut harus di lakukkan leh kedua orang tuanya tertama ibu. Karena pada kenyataannya bahwa anak jauh lebih dekat dengan ibu kandungnya sendiri. Sehigga ibu di tuntut untuk jauh lebih bisa memahami anak terutama di masa-masa bayi sampai balita. Tetapi peran seorang ayah pun tidak kalah penting, karena ayah sebagai sosok yang jauh lebih tegas akan membuat seorang anak membatasi apa yang ingin dia lalukkan. Tetapi sebisa mungkin jangan ada paksaan secara berlebihan karena dampaknya pun tidak baik untuk perkembangan anak.
            Masa bayi sampai balita disinilah orang tua harus bisa berperan aktif secara penuh. Sehingga bisa melihat sejauh mana perkembangan anak. Pada masa ini belum banyak pengaruh masuk, sehingga biasanya pada masa ini anak-anak masih bisa di atur oleh orang tuanya. Anak-anak pada masa ini masih berkembang secara normal dan sewajarnya anak-anak seusianya. Tetapi, harus di ketahui bahwa perkembangan seorang anak pun tidak semuanya sama, banyak perbedaan yang akan terjadi dari anak yang 1 (satu) dan anak yang lain. Maka dari itu orang tua harus jeli untuk memahami hal tersebut.
            Masa setelah masa bayi adalah masa anak-anak disinilah biasanya peran keluarga sudah mulai sedikit berkurang, sehingga perkembangan anak mulai terganggu di usia ini. Anak masih mendengarkan apa yang orang tuanya katakan, tetapi anak sudah mulai bisa menganalisis apakah apa yang di katakkan orang tuannya harus ia lakukkan atau tidak. Pada masa anak-anak juga mulai banyak mulai pengaruh masuk, salah satunya adalah teknologi. Karena pada masa sekarang ini, anak-anak usia dini dan anak-anak usia Sekolah dasar pun sudah mulai mengenal teknologi, seringkali orang tua mereka yang memfaslitasi mereka dengan gadget seperti telepon genggam, laptop, tab dan lainnya. Orang tua yang seperti  itu mengira bahwa dengan melakukkan hal-hal seperti itu anak mereka bisa mengikuti perkembangan jaman. Hal itu memang benar, tetapi harus di waspadai pula dampak negatifnya karena masa kanak-kanan adalah masa-masa emas dimana apa yang dia pelajari akan lebih ia ingat ke depannya. Internet dan teknologi juga banyak dampak negatifnya seperti game online, situs-situs jejaring sosial dan situs-situs porno. Nah, itu yang harus sangat di waspadai oleh orang tua dan keluarga. Karena jika lalai, maka akan berakibat fatal untuk masa depan dan perkembangan anak ke depannya. Teknolgi patut kita ajarkan tetapi harus tetap mendapatkan bimbingan yang ketat dari keluarga. Karena keluarga merupakan benteng yang sangat penting untuk mengarahkan bagaimana perkembangan anak selajutnya.
            Masa SMP dan SMA sering kali di katakkan dengan masa remaja, dimana di situlah para remaja cepat terkontaminasi oleh perkembangan luar. Masa remaja adalah masa-masa yang sangat menyenangkan, akan banyak hal-hal baru yang di temukkan. Tapi tidak semua hal yang baru itu berdampak baik untuk perkembangan remaja. Karena pada masa itu para remaja akan mengenal dengan pergaulan yang jauh lebih luas. Contoh pergaulan yang sedikit menyimpang di kalangan remaja seperti merokok, bolos sekolah, sampai pergaulan seks bebas sudah di kenal di masa remaja. Maka dari itu, keluarga harusnya lebih memperketat pengawasan terhadap putra putrinya. Selain itu, sebagai orang tua juga harus siap menerima sifat anak yang sedikit keras seperti membangkang, tidak mendengarkan nasihat orang tua sampai ada yang berani melawan orang tuanya sendiri. Nah di situlah biasanya orang tua akan terpancing emosinya dan akan melakukkan tindakan-tindakan yang sebenrnya kurang mendidik seperti memukul, menyiksa sampai mengusir anaknya. Padahal itu akan lebih merusak mental anak dan akan berakibat fatal bagi perkembangan anak selanjutnya. Tetapi, jangan khawatir tidak semua anak memiliki sifat seperti itu. Masih banyak anak-anak yang yang mudah di atur dan mudah menerima nasihat orang tua. Tetapi orang tua jangan sampe lengah karena masa remaja sangat rentan akan pergaulan yang baru. Sehingga keluarga khususnya orang tua harus siap dan mengerti apa dan bagaimana yang harus di lakukan ketika anaknya mengalami penyimpangan dalam pergaulan. Tapi ingat ada satu hal yang cukup penting sebagai orang tua yaitu, harus tetap menghargai hak anak untuk melakukkan sesuatu hal yang ia ingin lakukkan. Perhatian yang berebihan pun akan berdampak kurang baik untuk perkembangan anak seperti, anak tidak dapat bergaul dengan yang lain, merasa takut jika di tinggal orang tua dsb. Keluarga adalah bagian paling penting dalam perkembangan remaja karena banyak hal yang akan mempengaruhi masa remaja dan orang tua harus siap dan bisa bijaksana dalam mengambil keputusan .
Peran Lingkungan Sekolah dalam Perkembangan Anak
Lingkungan sekolah, adalah lingkungan dimana seorang anak akan belajar. Belajar mengenal sesutu dan belajar bertanggung jawab atas apa yg di bebankan kepadanya. Sekolah itu di mulai sejak TK, SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi. Tetapi, biasanya anak akan mulai terpengaruh oleh lingkungan sekolah pada masa-masa SD sampai dengan SMA.
            Di awali dari perkembangan bayi, balita sampai masuk taman kanak-kanak. Pada lingkunagn sekolah seperti ini biasanya seorang anak tidak akan bergitu mengalami perubahan yang signifikan. Karena pada masa ini seorang anak belajar sambil bermain. Di mana mereka belum mempunyai tanggungan dalam belajar, hanya di perkenalkan ke dalam lingkungan sekolah. Menurut salah satu buku yang berjudul ”Perkembangan Anak” yang di tulis oleh Hurlock dan Elizabeth B  pada 1978 bahwa sekarang ini banyak pemikiran orang tua yang mulai mengajarkan baca tulis kepada anaknya sejak dini padahal anaknya belum mampu menangkap materi itu. Sehingga anak akan berkembang sebelum usianya. Mungkin banyak orang tua yang merasa takut anaknya tidak berkembang, padahal dengan sendirinya seberjalannya waktu dan perkembangan berfikirnya sorang anak akan bisa membaca dan menulisi. Itu salah satu contoh saja, karena masih banyak perkembangan perkembangan anak yang seharusnya jangan terlalu di paksakan terhadap seorang anak, karena dia akan melalui itu sesuai pertumbuhan dan perkembangannya seperti berbicara, berjalan dan sebagainya yang di lakukkan oleh bayi.
            Selanjutnya perkembangan anak sebelum usianya juga sering sekali dapat kita jumpai di kalangan anak-anak sekolah dasar (SD). Di jaman globalisasi yang semakin canggih sekarang ini, banyak sekali perubahan-perubahan sistem pembelajaran guna untuk memajukkan pemikiran dan kualitas seseorang. Sehingga sejak sekolah dasar (SD) siswa sudah di ajarkan dengan teknologi. Padahal hal terebut tak sepenuhnya berdampak baik. Menurut saya anak seusia mereka biarkanlah berkembang sesuai usianya. Kecanggihan teknologi membuat anak-anak seringkali pasif terhadap pelajaran, nah siapa yang patut di salahkan apakah orang tua ? guru ? yang membuat kurikulum ? atau anak itu sendiri ?.  Sulit untuk menyimpulkan siapa yang salah karena hampir semuanya salah. Menurut beberapa ahli bahwa “teknologi harus di lakukan sesuai situasi dan kondisi” sedangkan untuk apakah pelajaran anak-anak SD menggunakan IT padahal IT akan di ajarkan di jenjang sekolah selanjutnya. Hal itu lah yang menyebabkan seorang anak akan berkembang jauh lebih cepat sebelum usianya.
            Masa yang sangat banyak menimbulkan dampak negatif yaitu masa-masa perkembangan di masa SMP dan SMA. Dimana pada masa ini anak akan mencoba mengenal dan melakukan hal baru. Seringkali banyak terjadi kasus-kasus yang korban dan tersangkanya adalah pelajar SMP dan SMA. Seperti kasus narkoba, tawuran, free seks dan lainnya. Itu lah dampak negatif yang bisa kita lihat bersama dan banyak terjadi di lingkungan kita. Ligkungan teman sepermainan SMP dan SMA memang sangat menyenangkan. Bahkan rasanya mungkin tiada hari tanpa bermain. Serta mulai lepasnya perhatian ketat dari orang tua juga dapat menimbulkan perkembangan kedewasaannya akan mulai berkembang pesat. Selain itu banyaknya tontonan yang di lihat para pelajar yang sebenarnya terlalu berlebihan dan membuat para pelajar meniru hal tersebut. Seperti memakai seragam ketat, sekolah yang sering tawuran, membolos sekolah, melanggar peraturan sekolah itu adalah dampak dampak media yang dominan  mempengaruhi para pelajar. Sehingga mereka sering meniru dan mengikuti gaya yang ada di media tersebut. Tapi tenang bukan hanya dampak negatif, tetapi kedewasaan seseorang juga ada dampak positifnya. Seperti mereka menjadi lebih berfikir kritis dan lebih bisa mengontrol diri sendiri di usia remaja, serta banyaknya prestasi yang di dapat di masa masa tersebut juga menjadi bukti bahwa orang yang dewasa sebelum waktunya juga dapat menghasilkan kan menorehkan hal-hal yang baik.          
Peran Lingkungan Masyarakat dalam Perkembangan Anak
Lingkungan bisa di bilang tempat tinggal dan tempat bermain. Di dalam lingkungan akan banyak sekali hal-hal yang seringkali terjadi yang tak terduga dan akan memberikan pelajaran-pelajaran berharga untuk kita.
             Seorang bayi yang berusia balita, seringkali meniru orang-orang di sekitarnya. Maka dari itu, sangatlah mengkhawatirkan apabila lingkungan rumah anda adalah lingkungan yang kasar dan kurang baik sehingga balita akan meniru perkataan dan prilakunya . Tugas orang tua adalah  harus bisa meminimalisir kejadian-kejadian tersebut agar tidak terjadi.
Tetapi selain dampak negatif tersebut, juga ada dampak negatif lain. Seperti fashion dan style yang sering di gunakan terutama pelajar kaum hawa, mereka seringkali berpenampilan seperti layaknya tante-tante usia di atas 20 tahun padahal umur mereka yang masih sangat muda sebenarnya belum pantas dan belum layak untuk berpenampilan seperti itu. Hal tersebut adalah dampak kedewasaaan anak yang terjadi secara riil yang terjadi di lingkungan kita.
Selain itu para pelajar laki-laki pun seringkali berlaku yang sepantasnya tidak di lakukan. Seperti meroko, mengkonsumsi obat-obatan terlarang, mengonsumsi narkoba serta free seks. Hal tersebut merupakan pengaruh yang di sebabkan oleh lingkungan, keluarga serta media. Sehingga para pelajar seringkali melakukan hal-hal yang tidak patus serta belum pantas di lakukan. Berhati-hatilah karena akan ada dampak negatif yang  terjadi jika kita tidak bisa membentengi diri kita dengan moral dan agama yang baik. Setiap orang memang punya hak masing –masing atas dirinya dalam bersikap, berprilaku dan sebagainya. Tetapi harus bisa menyesuaikan dengan umur dan ingat apa dampak yang akan terjadi di kemudian hari nanti.
Kedewasaan Anak sebelum Usianya
Gambar 1. kasus SMP4 Jakarta
Salah satu contoh riilnya yang baru terjadi di lingkungan belajar anak yaitu “Kasus yang terjadi di SMPN 4 Jakarta”. Peristiwa yang terjadi pada jum’at 13 September 2013 pukul 11.50 yang melibatkan seorang siswi dan beberapa siswa SMPN 4 Jakarta.seorang siswi AE yang melakukan tindakkan asusila dengan siswa berinisial A dan di rekam oleh beberapa temannya yaitu CN, CD, DN, IV, dan WW. Dan yang sangat ironisnya mereka melakukan tidakan asulisa tersebut di lingkungan sekolah. Menurut pengakuan orang tua AE, bahwa anaknya di paksa melakukan tindakan tersebut oleh teman-temannya. Tetapi setelah saya menganalisis video dan foto-foto tindakan asulisa tersebut para pelaku  tidak seperti di paksa malah sebaliknya, mereka tertawa seolah-oleh bahagia dan tidak terjadi apa apa. (megapolitan.kompas.com,2013).
Media sekarang banyak menimbulkan dampak negatif. Media televisi misalnya, banyak tayangan-tayangan pelajar tetapi tidak sesuai dengan kenyataan peraturan di sekolah, dengan berpenampilan terlalu berlebihan serta melakukan tindakan-tindakan yang buruk. Sehingga mengakibatkan para pelajar meniru hal tersebut. Akibatnya sering sekali sekarang kita menemui anak-anak pelajar SMP dan SMA yang terutama perempuan berpenampilan terlalu berlebihan. Mereka banyak meniru gaya anak-anak seusia mereka di televisi, padahal hal tersebut bukan membuat ia menjadi lebih cantik tetapi malah semakin tua dan tidak sesuai dengan usianya.
Gambar 2. pelajar merokok
Merokok, apakah setiap laki-laki harus merokok? Nyatanya, sekarang hampir rata semua pelajar, terutama laki-laki pasti pernah mencoba rokok. Tanpa pikir panjang apa yang akan terjadi kepada dirinya nanti. Padahal di usia mereka yang masih sangat produktif, mereka belum boleh menghisap roko karena banyak kandungan-kandungan yang berbahaya. Tapi nyatanya kita bisa lihat banyak sekali anak-anak usia pelajar yang merokok tanpa malu di jalanan. Selain itu, banyak juga sekarang ini perempuan-perempuan pelajar yang merokok karena pergaulan mereka yang terlalu jauh. Sebaiknya kita menanggulangi hal tersebut karena hal tersebut akan berbahaya baik untuk yang merokok dan dan menghisap asapnya terutama perempuan.
Kasus nyata yang baru saja terjadi adalah kasus kecelakaan maut yang menyeret putra Ahmad Dhani yaitu Ahmad Qodir Jaelani (AQJ). Ia mengalami kecelakan maut pada hari minggu, 8 September 2013 lalu. Korban mencapai 12 orang dan 7 diantaranya meninggal dunia. Hal tersebut semata-mata karena kelalaian AQJ dalam mengendari mobilnya. Itu adalah kasus yang pernah menjadi pemberitaan nasional. Siapa yang tidak heran anak usia 13 tahun bisa mengendari mobil. Sedangkan untuk mendapatkan surat izin mengemudi (SIM) minimal adalah 17 tahun. Memang sepenuhnya adalah kesalahn AQJ, tetapi hal tersebut tidak akan terjadi jika ada perhatian lebih dari orang tua. Sehingga anak mereka tidak menjadi dewasa sebelum usianya. Hal tersebut menjadi pelajaran berharga untuk semua orang tua agar lebih ketat terhadap anak-anakknya. (news.liputan6.com,2013) .
Perhatian orang tua memang berbeda-beda, cara pengungkapan rasa kasih sayang setiap orang tua juga berbeda. Karena seringkali rasa kasih sayang orang tua yang berlebih, menimbulkan seorang anak menjadi lalai. Sekarang ini banyak orang tua yang memfasilitasi anaknya dengan kendaraan, baik kendaraan motor maupun mobil. Padahal, mereka tau usia mereka masih sangat dini untuk menggunakan kendaraan tersebut. Mereka belum cukup umur dan belum memiliki surat ijin mengemudi (SIM). Orang tua harusnya dapat mempertimbangkan dampaknya, karena anak-anak seusia SD dan SMP itu masih sangat labil dalam berkendara. Maka dari itu orang tua harus lebih mengerti kasih sayang apa yang seharusnya di realisasikan kepada anak dengan melihat usia dan perkembangannya.
Kesimpulan
Setelah panjang lebar kita membahas tentang apa saja yang terjadi di masa-masa perkembangan anak dan penyebab serta dampak yang terjadi karena banyaknya anak yang sering dewasa sebelum usianya. Maka dapat kita simpulkan bahwa sebenarnya seseorang mempunyai pribadi masing-masing, tetapi dalam menjalani suatu kehidupan maka kita harus punya benteng pertahan. Dimana benteng itu dapat melindungi kita dari hal-hal buruk. Hal itu merupakan perumpamaan bahwa benteng adalah sebuah norma-norma yang kita anut yang dapat kita jadikan sebagai pelindung dan pembatas dimana kita melakukan sesuatu. Sehingga ketika perkembangan seseorang semakin dewasa. maka ia akan lebih mengerti dan memahami hal yang ia jalani. Selain itu kepada orang tua juga harus selalu mendampingi anak-anaknya menuju kedewasaannya karena peran orang tua sangat lah penting. Walaupun sesungguhnya itu semua kembali ke sifat, priadi, dan karakter anak itu sendiri.








Daftar Pustaka
Hurlock, elizabeth B . 1978 . Perkembangan Anak  . Jakarta.: Erlangga
Referensi Media Massa

Kompas.com (2013). “Kasus Video Asusila, Kepala SMP 4 Tidak Dipidana” diunduh dari

                http://megapolitan.kompas.com/read/2013/10/25/1543470/Kasus.Video.Asusila.Kepala.SMP.4.Tidak.Dipidana) . pada 27 Oktober 2013 pukul 09.35

Liputan6.com (2013). “Kecelakaan Maut AQJ,  Jakarta” diunduh dari


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar